BLKK Darul Hijrah Madani, menurut Melki, adalah salah satu balai pelatihan tersukses di NTT. “Saya kaget sekaligus bangga, karena BLKK ini bisa menjadi contoh bagi pusat pelatihan lain di NTT,” ujarnya.

Melki berharap balai ini terus berkembang menjadi pusat pelatihan unggulan yang konsisten melahirkan wirausaha-wirausaha baru.

Dicki, pelatih barista di BLKK tersebut, menjelaskan bahwa 16 calon barista telah menyelesaikan pelatihan, dan banyak di antaranya sudah memiliki usaha kopi sendiri sebelum bergabung.

“Mereka datang ke sini untuk meningkatkan keterampilan, sehingga bisa lebih bersaing di industri kopi yang semakin kompetitif,” kata Dicki.

Selama kunjungan, Melki Laka Lena dan timnya, termasuk Muhamad Anshor, mencicipi kopi yang diseduh oleh para peserta pelatihan. Hasilnya? Tak hanya berkualitas, namun cita rasa kopi yang mereka sajikan siap bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Dengan dukungan seperti ini, para pengusaha muda NTT semakin optimis dapat membuka usaha yang sukses dan berkelanjutan, sekaligus membantu memajukan sektor pertanian dan ekonomi kreatif di daerahnya. (Tim)