“Saya tidak pernah merasa malu walaupun kerjaan itu tidak sesuai dengan bidang kompetensi saya. Intinya saya punya penghasilan sendiri dalam sebulan untuk bantu orang menyekolahkan adik-adik saya yang masih sekolah,” kata Ovin.
“Saya tidak malu jika ditanya betapa rendahnya posisi saya dan gaji saya saat ini, dan untuk apa berdiam diri di rumah. Dari pada berdiam diri di rumah tidak ada kepastian, mending saya bekerja saja,” sambungnya.
Dia mengaku sangat menyukai pekerjaan tersebut, dan jatuh cinta dengan pekerjaan itu. “Saya mungkin tidak bisa merasakan nikmatnya mengendarai sepeda motor, menepi sejenak dan promosikan produk Telkomsel kepada masyarakat Mbay pada umumnya,” ungkap Ovin.
Ia berpesan untuk sarjana yang masih menganggur, jangan perluh malu dan gengsi. “Jika kalian sarjana dan akhirnya menjadi karyawan rendahan atau bahkan menjadi ibu rumah tangga sekalipun. Karena menjadi Ibu rumah tangga pun adalah karir yang mandatnya langsung dari yang maha kuasa,” tandas Ovin.
Laporan Reporter: Stefanus Tangi



Tinggalkan Balasan