“Contohnya dia lagi urus ternak. Dia punya sapi tendang di dada sampai sesak bawa pi rumah sakit. Itu yang bayar dia BPJS Ketenagakerjaan. Itu diurus di rumah sakit sampai sembuh,” terangnya.

Hal yang sama juga berlaku pada tukang ojek. Jika saat ojek tersebut sedang menghantar penumpang dan mengalami kecelakaan, maka biaya perawatan sepenuhnya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau dia meninggal, ahli warisnya dapat Rp42 Juta untuk urusan kedukaan. Kalau dia sudah 3 tahun jadi peserta atau meninggal saat sedang bekerja, itu 2 anaknya dapat beasiswa sampai dengan lulus S1 dibiayai oleh program ini. 100 ribu orang ini, kami yang bayar dari Provinsi,” ungkap Melki Laka Lena.

Selain BPJS Ketenagakerjaan, paslon Melki-Johni juga berkomitmen agar ke depan seluruh masyarakat NTT menjadi peserta BPJS Kesehatan aktif.

“Melki-Johni kalau jadi Gubernur dan Wakil Gubernur, kita akan kawal agar seluruh hak bapak mama tetap stabil, bisa berobat gratis, dan BPJS-nya aktif, tidak perlu bayar,” tandas Melki Laka Lena. (Tim)