“Harapan kami, bagaimana tokoh-tokoh Agama ya ini bisa berperan baik dalam ekonomi masyarakat,  peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dalam membangun kerukunan antar umat beragama dalam memberantas perdagangan manusia, ” ujarnya.

Johni juga mengajak masyarakat NTT untuk menyiapkan anak-anak mereka sejak awal untuk mengikuti tes akademisi kepolisian, seperti melalui bimbingan belajar.  Pasalnya, banyak anak-anak pejabat dari luar NTT lolos akademi kepolisian. Sebaliknya, banyak anak-anak NTT gugur saat tes Akpol.

Persoalan tersebut juga ditanyakan oleh Umar Sulaiman Betan dari unsur Muhamadiyah.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota Dewan Penasihat, Yahidin Umar, Dewan Pertimbangan Rudin Bali, serta Wakil Ketua Abbas Kasim, dan
KH.Abdul Hadi, dan Khalid Moenardi, Sekretaris Umum Husen Anwar, Koordinator Presidium Korps Alumni HMI Kota Kupang, Sokan Taibang
Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhammad. (Tim)