“Kita pernah ekspor ke China, tapi jumlahnya tidak banyak. Itupun hanya nebeng dengan orang lain. Jadi kami kembangkan usaha yang seperti sekarang dan pasarnya sampai Labuan Bajo dan kota-kota lain di luar NTT,” katanya.
Hubertus juga mengaku bangga dengan sosok Melki Laka Lena yang mau melihat dan mendengar langsung persoalan petani.
“Saya dan para petani dalam kelompok tani binaan kami sudah pasti akan mendukung Pak Melki karena kami yakin NTT termasuk daerah kami (Manggarai, red) akan lebih maju,” katanya.
Sementara Melki Laka Lena mengaku apa yang dibuat Hubertus sejalan dengan program hilirisasi yang sering dibicarakan Paket Melki-Johni selama ini.
“Ini sudah termasuk industri walau masih dalam skala kecil. Tapi ini sejalan dengan program hilirisasi yang kami gaungkan,” kata Melki.
Program hilirisasi, kata Melki, jelas menguntungkan masyarakat yang menjalankan industri sebagaimana dilakukan Hubertus Agung, dalam skala apapun itu.
“Untungnya tentu lumayan. Intinya kita mau kerja lebih keras, lebih cape untuk mengolah lebih lanjut sumber daya alam kita,” jelas Melki.



Tinggalkan Balasan