Larantuka, KN – Tim Pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma resmi terbentuk di Kabupaten Flores Timur, Rabu (11/9/2024). Ketua DPD II Golkar Kabupaten Flores Timur, Yosep Sani Betan yang akrab disapa Nani Betan dipercayakan menjadi Ketua Tim Pemenangan.
Rapat koordinasi tim pemenangan Melki-Johni dihadiri oleh perwakilan dari semua partai koalisi diantaranya Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, Gelora, Garuda, PAN, PPP, PKN, PSI dan Prima.
Seluruh pimpinan partai koalisi, termasuk ketua, sekretaris, bendahara, dan wakil ketua, hadir dalam pertemuan tersebut. Hadir juga Ketua Tim Relawan YTMI, serta Ketua dan Sekretaris dari Tim Relawan Satu Flotim untuk Melki Laka Lena.
Pimpinan partai koalisi antusias dan berkomitmen untuk memenangkan pasangan calon Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma dalam kontestasi Pilgub NTT 2024.
Ketua Partai Gelora Flotim, Gafar Ismail, memuji Melki Laka Lena sebagai sosok yang cerdas dan berprestasi, serta memiliki rekam jejak yang mengesankan selama menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
“Pak Melki ini dikenal dengan orang yang cerdas, dan penuh dengan sejumlah kesuksesan saat menjadi anggota DPR RI. Dia juga dikenal sebagai sosok yang sederhana,” ujar Gafar Ismail.
Ketua DPD PAN Flotim, Rofinus Baga Kabelen, mengatakan, Melki Laka Lena merupakan figur visioner yang mampu menjawab harapan masyarakat ketika diberi restu untuk memimpin NTT lima tahun kedepan. “Dia bisa menjawab harapan masyarakat, khususnya kaum milenial dan perempuan, serta mengobati berbagai persoalan yang dihadapi NTT saat ini,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC Demokrat Flotim Anis Paru yang menilai sosok Melki Laka Lena sebagai sosok yang ramah dan sangat familiar di kalangan masyarakat Flores Timur.
Ketua DPD II Golkar Flotim, Yosep Sani Betan mengatakan, tim pemenangan yang sudah terbentuk ini akan langsung bekerja cepat melakukan kolaborasi dan konsolidasi untuk kampanye pemenangan.
Menurut dia, kampanye yang akan dilakukan secara kondusif dan saling menghormati sesama partai pendukung yang tentu memiliki kepentingan dukungan poltik yang berbeda di tingkat kabupaten. “Kita akan saling menghargai dalam ruang dan panggung politik yang beda ini. Toh pada akhirnya kita akan bersatu dan saling mendukung untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Flotim,” jelasnya.







Tinggalkan Balasan