Problem NTT, diakui Hugo Kalembu memang berat. NTT sekarang ini adalah provinsi ketiga termiskin se-Indonesia. Selain itu, stunting yang mendera seakan tak kunjung berakhir. Mutu pendidikan di provinsi Kepulauan ini juga masih tercecer dan derajat kesehatan masyarakat sungguh memprihatinkan.
“Kita telah menghabiskan anggaran melalui APBD Provinsi tidak kurang dari lima triliun setiap tahun, tapi kondisi NTT masih belum banyak berubah,” kata tokoh yang berjasa dalam pemekaran Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah dari induk Kabupaten Sumba Barat.
Hugo Kalembu menambahkan, semangat kolaborasi untuk membangun NTT lima tahun ke depan oleh paslon Melki-Johni adalah tabuhan gendang perang semesta untuk entas diri dari kemiskinan, dari belenggu stunting dan gizi buruk menuju pendidikan yang kian bermutu dan derajat kesehatan masyarakat yang kian membaik.
Paslon Melki-Johni, lanjut Hugo Kalembu, hanya menawarkan diri sebagai kapten yang pantang menyerah, memberi teladan bila berada di depan, menggerakkan dan memberi semangat bila berada di tengah dan tak jemu-jemu mendorong, bila berada di belakang.



Tinggalkan Balasan