Rudolof menyatakan, kurikulum merupakan nyawa suatu program pembelajaran, sehingga dalam keberadaannya memerlukan rancangan pelaksanaan serta evaluasi secara dinamis, untuk itu, dalam penyusunan kurikulum yang efektif dan berbasis pada hasil belajar bukanlah tugas yang mudah.
Menurutnya, dibutuhkan pemahaman yang mendalam serta komitmen dari seluruh pihak, baik pengelola pendidikan, dosen, maupun mahasiswa.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan kita semua dapat memperoleh wawasan baru, teknik, serta strategi yang tepat dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan pasar kerja,” tuturnya.
Tujuan pelatihan ini, kata Rudolof, adalah untuk memahami konsep dasar OBE dan MBKM, mengembangkan kemampuan dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE, dan menyusun rencana implementasi MBKM dalam kurikulum.
“Narasumber yang hadir antara lain Prof. Dr. Wawan Sundawan Suherman, M.Pd dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sudirman, M.Pd dari Universitas Nusa Cendana Kupang, dan Dr. Charles Nyoman Wali dari UPG 1945 NTT. Jumlah peserta yang hadir 40 orang dosen UPG 1945 NTT,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan