Ia menjelaskan, regulasi pemeritah saat ini lebih berpihak kepada sekolah-sekolah negeri. Sehingga sekolah-sekolah swasta termasuk PGRI dan GMIT banyak yang punya siswa, tapi tidak ada guru.
“Ini jadi tantangan kita sendiri. Kami akan turun satu per satu sekolah untuk menginventarisir jumlah guru, jumlah siswa, termasuk masalah-masalah di sana. Sehingga kita akan benahi satu per satu,” ungkap Ketua YPLP PGRI NTT David Selan.
Ia berharap agar pengurus YPLP PGRI yang lama, membuka hati dan pintu untuk melakukan dialog bersama guna menyelesaikan masalah-masalah di setiap sekolah di daerah. “Mungkin jangkauan luas, tapi saya yakin kita bisa,” pungkasnya. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan