Demikian Aloisius Jebarut, maksud dari kegiatan menumbuhkembangkan festival ini adalah untuk cinta masyarakat Manggarai khususnya generasi muda terhadap seni dan budaya Manggarai yang merupakan warisan leluhur agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.
Ia mengatakan, festival dengan tema ‘Rembong Neho Betong’ ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Manggarai akan pentingnya seni dan budaya yang merupakan warisan leluhur kita secara turun temurun yang hampir punah memajukan dan melestarikan seni dan budaya Tradisional Manggarai sebagai unsur penting kekuatan budaya nasional. Mengangkat potensi ekonomi lokal melalui pelaku usaha ekonomi kreatif.
Sementara Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit melalui Asisten I Mensi Do menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung dalam menyukseskan kegiatan Manggarai Art Culture festival itu
Ucapkan terima kasih itu kata dia, kepada pastor paroki dan ketua DPP paroki Khatedral Ruteng yang telah mengizinkan pelataran Gereja sebagai tempat penyelenggaraan festival ini.
Kedua kepada Unika St.Paulus Ruteng yang juga mendukung berbagi fasilitas dalam kegiatan ini, Dinas Pariwisata juga termasuk semua kelompok pelaku UMKM (Ekraf).
“Tentu, kami sampaikan apresiasi terhadap beberapa pihak lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu dalam menyukseskan kegiatan festival ini. Jadikan festival ini seperti Bambu yakni tanam satu tumbuh seribu, kalau bisa tahun depan setidaknya apalagi, dan seterusnya. Kemudian sambil kolaborasi dengan pihak-pihak lain (Gereja atau keuskupan) supaya kita terus mendukung penyelenggaraan festival,” pungkasnya. (Yhono Hande)







Tinggalkan Balasan