Jadi lanjut dia, sejak pertama presiden Jokowi menjabat apa yang ideal-idialkan untuk kemandirian energi tidak ada karena kita bergantung penuh pada minyak.
“Hampir 60% kita mengimpor minyak dari luar dan kita mengalami defisit neraca perdagangan APBD kita jebol (turun terus), karena kita harus membeli minyak dari luar. Belum lagi isu mafia migas. Jadi negara kita memang ini sulit kalau kita mengandalkan BBM. Jadi kalau kita terus mengharapkan minyak atau BBM jadi kita tidak ada listrik nannti (hari ini listrik nyala, minggu depan belum tentu), tentu kita ngamuk karena kita tidak punya sumber,” pungkasnya.
Karena itu ia berharap kepada pihak PLN untuk terus bertukar pikiran dengan berbagai stakeholder dan masyarakat bawah dan berbagai kalangan agar menjelaskannya secara masuk akal. **(Yhono Hande)



Tinggalkan Balasan