Agus menyatakan, pihaknya menduga bahwa perhari ini Pemprov Jawa Barat sedang dalam kondisi darurat korupsi.

“Banyak kasus korupsi yang terjadi di Pemprov Jawa Barat sehingga menjadikan kerugian keuangan negara serta merugikan masyarakat secara tidak langsung,” ungkap dia.

Agus menegaskan, pihaknya tak sembarangan membawa itu dugaan korupsi dan mafia proyek itu. Pasalnya, pihaknya juga membawa bukti-bukti dugaan korupsi.

“Kami akan menyampaikan bukti-bukti tersebut kepada pihak KPK RI, Kejagung RI dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” tegas Agus.

Ia berharap aksi yang dilakukan ratusan orang hari ini mendapat perhatian. Bahkan, laporan pengaduan yang nantinya akan disampaikan, bisa segera ditindaklanjuti.

“Kami sangat berharap agar laporan atau aduan yang disertai permintaan ini dapat segera ditindaklanjuti, demi terjadinya perubahan yang lebih baik di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Selain di depan Gedung Sate, massa juga melakukan aksi serupa di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Bahkan, mereka berencana berkemah di depan kantor Dinas  Pendidikan. (*/ab)