“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan keberlanjutan pembangunan rumah sakit ini. Mudah – mudahan di tahun anggaran 2025 kita bisa dorong tambahan anggaran senilai Rp55 Miliar untuk keberlanjutan pembangunan RUSD Bajawa di Late. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Ngada agar perjuangan kami ini bisa membuahkan hasil,” ujar Melki Laka Lena.

Ketua DPD I Golkar NTT ini meminta masyarakat Late dan sekitarnya untuk jangan menjual lahan. “Tolong jangan jual habis lahannya. Untuk lahan pribadi kalau boleh pake model yang namanya kerja sama operasi atau KSO. Jadi biar orang Late tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi saya minta tolong pak Bupati, masyarakat disini, semua perangkat daerah, asisten, pak sekda, semua teman-teman dari berbagai dinas, bapa camat, bapa lurah, bapa desa semua kalau boleh buat semacam aturan kalau perlu agar diluar tanah buat Pemerintahan atau fasilitas umum lainnya tolong yang milik-milik pribadi itu jangan jual putus lebih baik bikin kerja sama bagi hasil, ini bakal jadi kota bagus ini,” pintah Melki Laka Lena.