Hasto menegaskan, menyambut keputusan tersebut, maka seluruh jajaran struktur partai siap menjalankan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan untuk memenangkan Pilkada serentak di NTT.
“Seluruh jajaran partai akan bergerak melakukan langkah-langkah konsolidasi di dalam memenangkan saudara Ansy Lema sebagai Gubernur NTT. Ini akan senafas dengan perjuangan di tingkat Kabupaten/Kota,” terangnya.
Dengan majunya Ansy Lema sebagai calon Gubernur NTT, maka DPP PDI Perjuangan akan memproses pengunduran diri Ansy Lema sebagai anggota DPR RI.
Hasto meyakini, dengan posisi Ketua DPRD yang ditempati oleh Emi Nomleni, dan jika nantinya Ansy Lema dipercayakan rakyat menjadi Gubernur NTT, maka ini akan menjadi suatu kekuatan dalam membangun NTT, dalam cara pandang geopolitik Bung Karno.
Ditanya terkait nama Refafi Gah yang beredar akan mendampingi Ansy Lema, Hasto mengatakan, nama-nama yang muncul akan dikaji secara dinamis.
“Kita kaji secara dinamis dengan melakukan komunikasi politik. Tentu saja ini mencerminkan kondisi demografis dan geografis di NTT. Sehingga prinsip-prinsip representasi rakyat tercermin dari calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan