“Pertemuan ini adalah kesempatan bagi kami untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang kami alami. Salah satunya adalah keamanan,” kata Sander Laga.
Di kelurahan lain, lanjutnya, warga bisa beraktivitas berjualan sampai larut malam. Tetapi di kelurahan Penfui, keamanan menjadi hal yang serius.
“Kami sangat mendukung Ibu maju sebagai wakil Wali Kota Kupang mendampingi Bapak Jefri. Kami harap agar ada perhatian tentang keamanan di sini. Tidak ada patroli khusus selama ini,” ungkap mahasiswa Universitas Widya Mandira Kupang tersebut.
Pria 20 tahun tersebut juga berharap agar pemerintah kota bisa memerhatikan penyaluran air bersih. “Ini adalah masalah paling krusial yang dihadapi warga Penfui,” paparnya.
Di akhir pertemuan, Mama Uci mengatakan telah mencatat berbagai hal yang disampaikan warga. Dirinya akan mendiskusikan persoalan ini dengan Balon Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore.
“Terutama air bersih. Ternyata air bersih ini menjadi persoalan yang dihadapi seluruh warga NTT. Tidak hanya di Kota Kupang. Di Flores juga mengalami kendala yang sama. Di tempat suami saya, di Adonara, air bersih juga menjadi persoalan. Saya berharap ke depan, kita bisa membenahi kekurangan-kekurangan ini,” jelasnya. (Tim)





Tinggalkan Balasan