Program ini memiliki empat tujuan utama, yaitu pertama meningkatkan literasi digital UMKM. Kedua, meningkatkan kemampuan UMKM dalam menggunakan platform digital. Ketiga, meningkatkan penjualan UMKM. Keempat, memperkuat daya saing UMKM.

Digitalisasi UMKM sendiri merupakan salah satu kunci menjawab tantangan perkembangan zaman agar UMKM dapat naik kelas.

“Dengan penetrasi digital 79 persen, saat ini digitalisasi sudah menggeser perilaku dan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, dan diperkirakan akan terus berlanjut ke depannya,” ujar Pratyaksa seperti dikutip dari akun Instagram @bank_indonesia_ntt, Senin (27/5/2024).

Pratyaksa menambahkan, peserta Onboarding UMKM 2024 telah melalui tahapan seleksi untuk menentukan kategori UMKM.

Pengkategorian ini dimaksudkan agar materi yang diberikan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi terkini UMKM.

“Untuk di Provinsi NTT sendiri, terdapat 44 UMKM yang telah di-onboarding-kan. KPw BI NTT secara selektif melakukan proses seleksi untuk UMKM yang menjadi peserta onboarding dan berhasil menjaring 20 UMKM peserta berdasarkan 12 indikator, yang dikategorikan menjadi Potensial dan Unggulan,” ujarnya.