Ia mengatakan, selama ini untuk menampung sampah-sampah di lingkungan gereja itu selalu menggunakan alat-alat seadanya seperti karung.

“Jadi dengan adanya bantuan ini kita mendapatkan tempat yang lebih bagus nantinya. Sehingga sampah-sampah tidak berserakan, tetapi ditempatkan pada tempat yang sudah di siapkan,” katanya.

Yang kedua lanjut RD. Urbanus itu adalah pengadaan kotak Kolekte. Tentu ini jelas dia, sangat dibutuhkan juga dalam mengumpulkan setiap kali perayaan Ekaristi berlangsung.

Lebih jauh ia menjelaskan, tahun ini tema gereja Keuskupan Ruteng adalah tahun ekologi integral.

“Kita memberikan perhatian yang serius tentang lingkungan hidup salahsatunya adalah masalah sampah. Karena itulah komunikasi kami dengan Bank NTT menginginkan bantuan tempat sampah itu. Sekali lagi terimakasih kepada Bank NTT, ini merupakan kerjasama yang sangat baik hingga kedepannya,” ungkapnya.

Ditanya terkait pelayanan Bank NTT, RD. Urbanus menegaskan jika secara pribadi dan paroki pihaknya mengaku pelayanan Bank NTT itu sangat bagus.