Ke depan, jika dipercayakan menjadi salah satu pemimpin di Kota Kupang, maka ia akan membuat jalur khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda.

Di samping itu, situs-situs sejarah yang saat ini terbengkalai di wilayah Kampung Solor akan direvitalisasi menjadi bangunan bersejarah. Sehingga Kota Kupang akan dikenal sebagai kota yang terkenal kaya akan situs-situs bersejarah.

“Kota Kupang juga harus dibangun menggunakan pendekatan adat dan budaya. Di sini ada Kampung Alor dan Kampung Solor. Tugas kita adalah bagaimana menghadirkan adat dan budaya Alor maupun Solor di wilayah-wilayah tersebut. Sehingga ciri khas Alor dan Solor ada di situ,” terangnya.

Di sisi lain, untuk pemberdayaan pelaku UMKM, Don Arakian ingin agar para pelaku UMKM yang selama ini berjualan di pinggir jalan atau di atas trotoar agar direlokasi ke sebuah tempat yang disediakan khusus untuk tempat penjualan makanan yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM. (*)