“Yang paling utama Bank NTT terselamatkan, tetapi dia tidak boleh tersandera,” ujar Emi Nomleni kepada wartawan di Kupang, Kamis (2/5/2024).

Ia menjelaskan, komunikasi bersama pemerintah terus dibangun oleh lembaga DPRD NTT, guna mendorong agar proses penyelamatan Bank NTT harus segera dilakukan.

“Kemarin teman-teman di Komisi III sedang melakukan proses. Itu mengapa dari DPRD yang berbicara terkait pembentukan KUB antara Bank NTT dan Bank DKI. Itu kan muncul dari teman-teman Komisi III,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Emi, pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bank NTT dan pemerintah, untuk berbicara bagaimana menyelamatkan Bank NTT.

“Di DPRD sudah cukup maksimal. Teman-teman di Komisi III cukup keras berbicara. Bahkan ada beberapa rekomendasi-rekomendasi yang sudah kami sampaikan kepada pemerintah,” tandasnya.

Pengamat hukum perbankan Petrus E. Jemadu mengatakan, langkah untuk menyelamatkan Bank NTT bukan hanya untuk kepentingan kurang lebih 3000 karyawan, atau kepentingan direksi dan komisaris, tapi untuk kepentingan daerah Nusa Tenggara Timur.