Ia menegaskan, kebijakan Ody Kalake harus berpikir jangka panjang. “Kalau berpikir jangaka pendek dan merusak daerah ini maka berbahaya, dan dia akan bertanggungjawab secara hukum. Meskipun dia sudah diluar. Meskipun dia jadi pemegang saham hanya satu tahun, tetapi dia karena misi dia ada paanggilan anak negeri untuk menyelamatkan negara ini. Penjabat itu ada misi selamtkan negara. Kita minta para pembisik yang punya kepentingan agar diabaikan oleh Penjabat Gubernur,” katanya.

“Tinggalkan nama baik untuk daerah ini. Pak Ody meskipun jangan pendek, tetapi dia harus menorah cetak biru untuk daerah ini. Meskipun secara angka tidak ada, tetapi kebijakan-kebijakan dia untuk meletakan dasar untuk menyelamatkana daerah ini. Karena menyelamatkan Bank NTT sama dengan menyelamatkan Nusa Tenggara Timur. Langtaran disitu ada kepentingan daerah, masyarakat, orang kecil, termasuk lapangan kerja anak-anak kita,” ujarnya menambahkan.

Ia juga menjelaskan subtansi jika Bank DKI masuk dengan penyertaan modal untuk pemenuhan modal inti maka Bank NTT tidak lalu jadi milknya Bank DKI.