Dikatakannya, pola pertanian lahan kering di NTT masih harus dibenahi. Karena hasilnya hanya untuk makan dan tidak dikomersilkan. Tentu membutuhkan banyak sentuhan disana. Mulai dari skill yang mencukupi, infrastruktur serta sarana dan prasarana.
”Menjadi masalah, ketika petani kita masih belum tertarik memiliki jiwa bisnis. Kita liat di Kota Kupang, berapa banyak yang membuka usahanya. Pertanian hanya untuk makan. Ini harus didobrak menjadi pola pertanian komersial. Nanti petani-petani dibina, diberikan teknologi-teknologi yang baik. Ini harus dibenahi. Harus diperbarui,”tegasnya.
Masih pada kesempatan yang sama, dosen senior Undana yang diwawancarai tentang figur seperti apa yang tepat memimpin Provinsi NTT lima tahun kedepan ini memberikan sejumlah penegasan. Sebagai akademisi dia memiliki pandangan bahwa seorang pemimpin harus memenuhi rumus ACC. Yakni Aceptable, Capable dan Credible.
“Dia juga sosok yang bisa diterima oleh semua orang, semua pihak, pribadi yang ramah, simpatik, elegan tidak primordial. Capable itu memiliki kapabilitas atau kemampuan yang cukup dari berbagai aspek seperti pendidikan, pengetahuan, pengalaman, kemampuan untuk memahami masyarakat yang dipimpin serta Credible yaini sosok pemimpin yang dapat dipercaya, jujur, berintegritas,”tegas Prof Gusti lagi.





Tinggalkan Balasan