PLTD Kamanggih beroperasi sejak tahun 2004 dengan beban 44 kW dan melayani 413 pelanggan dan merupakan salah satu PLTD yang menyokong supply listrik di Pulau Sumba diantara 7 PLTD kecil yang tersebar di Pulau Sumba. Penutupan PLTD Kamanggih berdampak pada penghematan biaya operasi PLN sebesar 548 juta per tahun, mengurangi penggunaan BBM sebesar 27,5 juta kiloliter BBM per tahun dan meningkatkan kehandalan penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, I Gede Agung Sindu Putra menjelaskan penutupan PLTD Kamanggih merupakan salah satu program transformasi PLN, yaitu (Lean) dan (Green).
“Penutupan PLTD Kamanggih adalah satu target kami dalam program transformasi Lean yaitu menyediakan tenaga listrik yang gesit, berbiaya rendah namun tetap menjaga kehandalan dalam penyaluran energi listrik ke masyarakat. Selain itu energi Green juga dapat dihasilkan karena mengurangi operasi PLTD dan meningkatkan pemakaian EBT karena saat ini sistem kelistrikan Waingapu juga terinterkoneksi dengan PLTS IPP Hambapraing” jelas Sindu.







Tinggalkan Balasan