NAGEKEO, KN — Suasana haru dan kesibukan luar biasa menyelimuti posko-posko penampungan serta area terdampak di Pulau Flores pascabencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo dan wilayah sekitarnya. 

Di tengah kepulan debu sisa runtuhan dan situasi yang tidak kondusif, ribuan warga berkumpul di area tenda-tenda darurat. 

Tumpukan logistik, tandon air bersih, serta posko kesehatan darurat tampak didirikan secara masif di titik-titik pengungsian guna menampung puluhan ribu jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, guncangan hebat tersebut berdampak pada 3 provinsi, 9 kabupaten, dan 1 kota. Bencana ini merenggut 70 korban jiwa, menyebabkan 1.182 orang luka-luka, serta memaksa 40.040 warga mengungsi yang mencakup 16.411 kepala keluarga.

Dampak kerugian materiil mencatatkan sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. 

Selain itu, infrastruktur publik turut terdampak hebat, meliputi 653 sarana pendidikan, 182 fasilitas kesehatan, 184 kantor pemerintahan, 173 tempat ibadah, 49 fasilitas umum, 39 titik jalan, 7 sarana irigasi, 3 jembatan, serta masing-masing 1 unit pasar dan gudang Bulog.

Guna menanggulangi krisis, pemerintah menetapkan status darurat di berbagai kabupaten teratas Flores, seperti Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, hingga Ende. 

Langkah respons cepat dilakukan melalui pembentukan Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere, koordinasi pencarian oleh Basarnas, hingga pengerahan armada logistik nasional melalui udara, darat, dan laut. 

KRI Bung Hatta-370, KRI SHS-990, KRI TGI, dan KRI TCB-532 serta 40 truk darat dan jajaran armada helikopter dikerahkan untuk mempercepat distribusi pasokan.

Di sela-sela pemantauan dan koordinasi penanganan darurat di lapangan, perwakilan tim penanganan bencana menegaskan komitmen seluruh elemen pemerintah dan relawan dalam mengutamakan keselamatan warga.