Ruteng, KN — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus ditunjukkan Partai Amanat Nasional (PAN). Fraksi PAN DPR RI bersama jajaran DPW PAN NTT bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Gerakan kemanusiaan tersebut dipimpin Ketua DPW PAN NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, dengan menyiapkan dan mendistribusikan sebanyak 5.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak yang tersebar di enam wilayah, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Manggarai Barat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak. Bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama bahan pangan dan kebutuhan pokok keluarga selama masa pemulihan awal pascabencana.
Empat Hari Pascagempa, PAN NTT Turun Langsung
Empat hari setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Ahmad Yohan bersama jajaran PAN NTT terus menyambangi sejumlah lokasi terdampak. Selain menyalurkan bantuan, mereka juga menemui warga untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta mendengarkan kebutuhan yang dihadapi pascabencana.
Sebelumnya, Ahmad Yohan telah mendorong jajaran PAN di berbagai daerah untuk segera bergerak dengan mengaktifkan posko kemanusiaan, menyalurkan bantuan, serta menyiapkan kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak. Bagi PAN NTT, masa tanggap darurat tidak cukup hanya diisi dengan laporan dan koordinasi dari balik meja. Kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai penting untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan. PAN NTT Pastikan Warga Tidak Berjuang Sendiri
Ahmad Yohan menegaskan bahwa kehadiran PAN di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab kemanusiaan. Menurutnya, dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar simpati. Warga membutuhkan kehadiran, bantuan nyata, serta solidaritas dari berbagai pihak.
Karena itu, jajaran PAN NTT terus bergerak menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons secara langsung.
Di tengah kondisi sebagian warga yang masih menghadapi kerusakan rumah, keterbatasan kebutuhan pokok, dan trauma akibat bencana, Ahmad Yohan bersama jajaran PAN NTT memilih untuk hadir dan berjalan bersama masyarakat.
Bagi PAN NTT, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana seorang diri.
“Politik yang sesungguhnya bukan hanya hadir ketika rakyat dibutuhkan, tetapi hadir ketika rakyat membutuhkan,” menjadi semangat yang ditegaskan dalam gerakan kemanusiaan tersebut.









Tinggalkan Balasan