Lanjut dia, ada tiga alat ukur yakni pendidikan, kesehatan, dengan ekonomi. Menurutnya, Pertama jika dlihat dari segi pendidikan rata-rata di Manggarai dikatakan masih rendah.
“Pendidikan masih dianggap rendah kenapa? Karena akses atau fasilitas masyarakat ke pendidikan masih belum memenuhi standar,”
Kemudian kedua, dari indeks kesehatan, juga tidak sesuai harapan masyarakat.
harapan disna jelas dia, itu diukur dari angka kematian Ibu dan bayi yang belum mencapai.
“Karena persyaratan atau target dari indeks itu sebenarnya harus nol, itu targetnya. Sementara kita masih tinggi,” ujarnya.
Kemudian ketiga, sektor ekonomi, yakni soal pendapatan artinya, bagaimana membangun perekonomian di Manggarai. Ekonomi ini sangat berkaitan dengan lapangan pekerjaan.
“Selami ini kita selalu terpaku pada sektor pertanian, betul kita perlu tapi dia itu sektor primer tapi tidak seluruh rakyat Manggarai bekerja di sektor itu,” bebernya.
Kendati demikian, Maksi menginginkan agar situasi tersebut seharusnya bergeser dari sektor primer ke sektor sekunder (pengolahan) dan tersier (Jasa).
“Jadi jangan terlalu fokus ke sektor pertanian betul penting tetapi kalau kita menciptakan lapangan pekerjaan kita harus mulai bergeser ke dua sektor itu, distu kita harus bantu nantinya. Sehingga saya mau kedepan kita orang Manggarai jangan lagi merantau untuk bersekolah tapi merantau untuk bekerja, sekolah disini merantau untuk bekerja, jadi kita dorong kampus Unika untuk menciptakan generasi cerdas yang mampu bekerja dimanapun,” tandasnya.
Maksi menambahkan, hal yang paling penting adalah birokrasi harus kuat, karena itulah yang membuat ia tergelitik untuk maju guna membenahi daerah Manggarai.
“Makanya kedepan kita tekankan setiap SKPD harus punya inovasi karna kalau kita mau cepat dan maju ini daerah harus punya inovasi itu dalam kerangka regulasi yang ada,” tambahnya.
Karena itu tegas dia, menjadi Bupati itu pertama, mestinya mampu mendeteksi, mendiagnosis, yang kedua mampu merumuskan permasalahan daerah, yang ketiga, mampu memilih strategi-strategi setiap permasalahan daerah dari situ dia mampu membuat kebijakan untuk melaksanakan strategi dan yang keempat baru bicara soal program (tentu sesuai regulasi).







Tinggalkan Balasan