Melihat kondisi korban yang semakin parah, keluarga baru melaporkan persoalan itu pada 31 Januari 2024, jam 07.00 Wita, dengan keluhan demam, gelisah takut angin, dan takut air.
“NK dirawat di Puskesmas Hauhasi, namun keluarga menolak untuk dirujuk (ke rumah sakit). Keluarga minta pulang paksa, petugas kabupaten sempat ketemu pasien di Puskesmas Hauhasi sudah diberikan edukasi tapi tetap menolak dan pulang ke rumah pada pukul 20.00 WITA. Pada 1 Februari 2024 dini hari pasien dinyatakan meninggal,” ujarnya.
Dengan demikian, maka total kasus rabies di TTS sampai 31 Januari 2024 sebanyak 3.06 orang. Dari jumlah itu, tersebar di 262 desa di 32 Kecamatan. (lintasntt/kn)
Halaman



Tinggalkan Balasan