Karena itu Pak Bhabin berharap, semoga Bripka Syamsuddin diberikan kesempatan oleh pimpinannya untuk mengikuti pendidikan perwira.
Kemudian bagi polisi lain lanjut dia, tetaplah menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan tugasnya yaitu pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.
Kisah Bripka Syamsuddin dan Aksi Mulianya
Berawal dari rasa perihatin melihat anak-anak usia dini yang lahir dari keluarga tak mampu dan anak yatim piatu yang putus sekolah, Bripka Syamsuddin (40), polisi yang bertugas di Polres Manggarai tergerak mendirikan Yayasan Pendidikan Islam FII Sabilillah Ruteng.
Yayasan ini terletak di Kumba – Ruteng tepatnya samping Bandara Frans Sales Lega, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yayasan yang ia bangun tersebut telah berdiri sejak tahun 2019. Saat ini Yayasan ini telah bergerak cukup luas, yakni bidang pendidikan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan SD MIS (Madrassah Ibtidaiyah Swasta Swasta).
Sekolah TK Deen Assalam beralamat di Cunca Lawar, Kelurahan Satar Tacik, sekolah ini sudah berjalan 6 tahun, namun untuk gedung TK ini masih berstatus kontrak dengan nilai Rp2,5 juta per tahun dengan jumlah guru 4 orang.



Tinggalkan Balasan