Berdasarkan data tersebut, Ratu Wulla menyebut bahwa secara nasional memang ada penurunan angka stunting. Namun secara konteks, Nusa Tenggara Timur masih tetap menempati peringkat tertinggi untuk prevalensi Stunting yakni 35%.
Angka tersebut masih sangat tinggi, sehingga Ratu Wulla meminta, agar masyarakat NTT tetap berkomitmen mendorong percepatan penurunan stunting di NTT.
Dikatakannya, angka Stunting khusus untuk NTT masih sangat-sangat tinggi hal tersebut merupakan masslah yang harus secara bersama dikeroyok percepatannya oleh seluruh komponen masyarakat.
“Semua upaya yang dilakukan saat ini semata hanya karena demi masa depan anak-anak kita NTT sendiri agar terhindar dari stunting dan memiliki daya saing di masa depan karena kualitas kesehatan dan kognisi yang baik,” pintanya.
Ratu Wulla mengingatkan pentingnya memperhatikan gizi anak-anak dan ibu hamil, hingga pertumbuhannya.
Dengan begitu kondisi stunting atau gagal tumbuh bisa diindari dan anak-anak menjadi sehat, cerdas dan bisa menjadi harapan keluarga dan bangsa di masa depan.



Tinggalkan Balasan