Bernadus menjelaskan, pengaruh lain saat air laut naik adalah dinding bagian belakang gereja ini secara perlahan ikut terkikis oleh air laut karena tidak adanya tanggul pemecah ombak.
Namun dengan adanya tanggul pemecah ombak yang dibangun pada tahun 2023, situs bersejarah ini akan tetap terlindungi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Manggarai, karena saat kami pergi bertemu beliau di Ruteng, Pak Bupati langsung datang melihat kondisi di sini. Syukur kepada Tuhan, tanggulnya langsung dibangun,” ujarnya.
Diketahui, Gereja Jengkalang merupakan gereja katolik pertama di Manggarai. Dibangun pada 17 Mei 1912, gereja ini masih berdiri kokoh hingga saat ini. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan