Ia menjelaskan, eksisnya keberadaan Bank NTT hari ini tentunya karena dukungan dari seluruh masyarakat Manggarai. Termasuk dukungan doa dari partisipasi jemaat Ephata Reo, dan umat Katolik di Paroki Reo.
“Kami menyadari bahwa Bank NTT bisa eksis karena dukungan, baik lewat doa begitu juga dengan partisipasi jemaat disini,” ujarnya.
Karena itu, bantuan ini adalah bentuk ajakan atau dorongan untuk merangsang dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Manggarai.
Kendati demikian, Romi tetap mengajak jemaat dan umat gereja untuk memenuhi kebutuhan makanan yang bergizi, melalui usaha ekonominya sendiri.
Tak hanya bantu barang bangunan, Bank NTT juga bantu bibit tanaman holtikultura dan juga pohon untuk Paroki Reo. Bantuan benih dalam rangka mendukung program keuskupan Ruteng, yakni ekonomi Sejahtera, Adil, dan Ekologis (SAE). Sekaligus mendukung program pemerintah, yakni ketahanan pangan.
“Tentu dengan kolaborasi antara Bank NTT dan Paroki, maka kami berharap apa yang menjadi tujuan dari ekonomi SAE bisa terwujud. Berbeda pada tahun sebelumnya, kami fokus pada hal lain. Tetapi tahun sekarang, lebih fokus pada hal-hal bersifat ekologis,” sebutnya.



Tinggalkan Balasan