Ia menjelaskan bahwa berita yang sedang beredar tentang seorang guru di Kabupaten TTU itu sudah dikonfirmasi oleh pihak mereka kepada guru tersebut dan berita itu hoax.
Walaupun demikian, ia bersama tim akan tetap turun ke lapangan pada tanggal (1/12) untuk bertemu pihak-pihak yang berkaitan dengan perkerjaan mereka.
Kemudian tentang keluhan guru-guru yang ada di Kabupaten Sabu, Sam Haning menegaskan, tidak lama ini ia berada di Sabu sehingga keluhan-keluhan tersebut harus didata secara lengkap. Karena ia bekerja sesuai dengan data yang ada.
Melihat fakta bahwa fenomena-fenomena yang selalu menyudutkan guru semakin melambung, Dr. Sam Haning bersama PGRI berinisiatif untuk menghadirkan fasilitan pengaduan secara online.
“Jadi kami akan membuat. Sekarang kita masih memakai sekretariat yang menggunakan corong itu dari PGRI di kabupaten-kabupaten. Tetapi nanti kita akan membuka secara online dan guru-guru bisa melakukan telekonves kepada kita tentang keluhan-keluhan yang mereka alami,” katanya.
Pada akhir wawancara, Dr. Sam Haning mempertegas kata kerja, kerja, kerja. Ia menginginkan para guru berkerja sesuai program yang sudah dibuat. Sehingga pihak pemerintah pun bisa memberikan perhatian khusus kepada mereka.
“Saya sangat mengharapkan, sekali lagi kerja, kerja, kerja. Jujur saya katakan bahwa mereka adalah pahlawan tanpa jasa, karena mereka kami bisa jadi pahlawan juga,” ujarnya di akhir sesi wawancara tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT Emi Nomleni mengucapkan selamat hari ulang tahun dan terima kasih karena jasa para guru bangsa ini bisa memiliki sumber daya manusia yang luarbiasa.
Nomleni juga menyoroti fenomena-fenomena tentang hak-hak guru yang belum terpenuhi secara baik.
“Saya atas nama pribadi dan juga DPR, kami juga harus menyampaikan terima kasih banyak kepada para guru bahwa hari ini karena mereka bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang luarbiasa. Oleh karena itu, menjadi tanggungjawab negara untuk bagaimana bisa memperhatikan seluruh hak-hak guru yang harus didapatkan oleh guru. Ada banyak infrastruktur yang kurang, masih banyak guru-guru yang mengajar tanpa imbalan yang cukup dan memadai dan itu harus menjadi tanggungjawab negara. Negara juga bisa memastikan bahwa para guru ini bisa terlayani dengan baik.
Sekali lagi selamat ulang tahun untuk PGRI dan selamat ulang tahun untuk para guru. Terima kasih untuk jasa anda bagi kami semua,” ungkap Emilia.







Tinggalkan Balasan