“Di Indonesia, program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993 dan telah diikuti lebih dari 10.000 anak muda Indonesia melalui beberapa sekolah dan Non Governmnet Organization (NGO),” jelas Yani kepada wartawan, Rabu 29 November 2023.
Menurutnya, program penghargaan International ini cukup diminati oleh anak-anak muda global usial 14-24 tahun, karena memberikan manfaat pendidikan dan pengalaman di luar kelas formal serta mendapatkan sertifikat langsung dari DoE Foundation di United Kingdom.
“Penghargaan yang diakui secara international ini disebut-sebut sebagai tiket masuk calon mahasiswa ke universitas-universitas terkemuka di dunia dan mampu memberikan nilai plus bagi para pencari kerja di perusahaan internasional,” ungkapnya.
Karena itu, lewat acara yang megah tersebut, pihaknya ingin memperkenalkan adat dan budaya masyarakat NTT kepada tamu dari Kerajaan Inggris.
“Menurut saya, kita lebih banyak menampilkan budaya. Jadi di situ ada budaya Maumere dan Rote juga masuk. At least, ada beberapa ragam budaya dari NTT kami perkenalkan lewat lagu dan tarian Ge Mu Fa Mi Re dan kostum adat Rote Ndao,” pintanya.





Tinggalkan Balasan