“Kita mulai tahun 2022 itu sebanyak 70 ton. Tahun ini meningkat ada sekitar 125 sampai 130 ton,” ungkapnya.

Dengan jumlah produksi yang semakin meningkat, maka ke depan, Manggarai raya diharapkan bisa dijadikan sentra benih untuk kebutuhan benih kedelai di NTT.

Erick berharap, dengan adanya program pengembangan Kedelai ini, maka kesejahteraan ekonomi masyarakat semakin meningkat.

“Untuk tahun depan, kami merencanakan pengembangan Kedelai seluas 10000 hektar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai,” pintanya.

Dengan target ini, maka pihak terus menggandeng sejumlah pihak termasuk pemerintah dan lembaga perbankan, untuk melaksanakan pelatihan dan peningkatan kapasitas petani Kedelai di Manggarai. (*)