Ia menyampaikan, dalam 3 tahun terakhir terdapat 115.560 pekerja migran yang terkendala. Sedangkan ada 2.225 pekerja migran yang meninggal dunia dan BP2MI memfasilitasi kepulangan jenazah hingga di rumah duka.
“Ada 3.496 PMI yang sakit dan kita tangani kepulangan dan penyembuhannya hingga ke kampung halamannya. Serta terdapat 100.858 PMI yang mengalami kendala, sehingga harus dideportasi yang kita layani kedatangannya, dan kita pastikan tiba dengan selamat di daerah asalnya,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rinardi menegaskan Indonesia sedang mengalami darurat penempatan ilegal, sehingga semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk memerangi TPPO.
Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake dalam arahannya yang disampaikan oleh Kadis Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT Silvi Pekujawang mengatakan, perlu ada kolaborasi yang kuat antara semua pihak, agar NTT jangan lagi menjadi daerah yang darurat perdagangan orang.
“Sampai hari ini sudah ada 134 jenazah orang NTT. 132 dipulangkan, 4 dimakamkan di sana. Semuanya ilegal atau tidak terdata apapun di BP2MI atau Disnaker,” ujar Silvy Pekujawang.



Tinggalkan Balasan