“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang memberikan kritik. Tapi tolong bawa bukti, biar orang jangan bilang hoax,” tegasnya.
Ia menyebut, kritik adalah vitamin. Karena kritik merupakan bagian dari kontrol masyarakat terhadap kinerja sebuah perusahaan daerah. Namun kritik juga harus dilontarkan berdasarkan bukti atau data valid yang telah dikantongi sebelumnya.
“Kita minta data 3 hari, bukan untuk mengancam. Tidak ada. Tapi kita butuh bukti dugaan korupsi seperti yang disampaikan oleh teman-teman saya,” ungkap Semuel Haning.
Lebih lanjut ia menegaskan, selama berkarir di PT. Flobamor, dirinya tidak mencuri sepeser pun uang rakyat dari perusahaan daerah itu.
“Saya minta buktikan berapa uang yang saya terima. Kalau hanya omong saja, semua orang juga bisa bicara di media. Tapi yang saya butuh adalah bukti uang mengalir ke saya,” ungkapnya.
Komisaris Utama PT. Flobamor menyatakan, dengan polemik ini, maka masyarakat bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah. “Kita butuh bukti korupsi, sehingga kita bisa mengukur kinerja kita. Namun ternyata dugaan korupsi itu tidak pernah dibuktikan ke masyarakat. Sekarang masyarakat bisa menilai sendiri,” sambung Semuel Haning.





Tinggalkan Balasan