Kupang, KN – Komisaris Utama PT. Flobamor Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb menyebut tudingan aktivis anti korupsi Marsel Ahang ibarat pribahasa ayam tanpa kepala.
Pribahasa ini pernah digunakan oleh Prof. Sahetapy, saat berdebat dengan Ruhut Sitompul dan Ramadhan Pohan di sebuah acara di televisi swasta nasional.
Menurut Semuel Haning, omongan aktivis anti korupsi Marsel Ahang soal PT. Flobamor sarang korupsi tidak berdasar dan tanpa data. Buktinya, hingga 3×24 jam, Marsel Ahang tidak mampu membuktikan tudingannya terhadap PT. Flobamor bahwa perusahaan daerah itu telah menjadi sarang korupsi.
“Kalau sekadar omong seperti itu, kan tong kosong nyaring bunyinya. Ibarat ayam tanpa kepala, karena bicara tanpa data,” ujar Semuel Haning kepada Koranntt.com, Jumat 29 September 2023.
Meski demikian, Semuel Haning yang juga adalah pengacara senior di Kota Kupang itu mengapresiasi setiap kritik terhadap PT. Flobamor. Namun kritik yang dilontarkan harus berdasarkan fakta dan bukti, bukan hanya asal omong.
“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang memberikan kritik. Tapi tolong bawa bukti, biar orang jangan bilang hoax,” tegasnya.
Ia menyebut, kritik adalah vitamin. Karena kritik merupakan bagian dari kontrol masyarakat terhadap kinerja sebuah perusahaan daerah. Namun kritik juga harus dilontarkan berdasarkan bukti atau data valid yang telah dikantongi sebelumnya.
“Kita minta data 3 hari, bukan untuk mengancam. Tidak ada. Tapi kita butuh bukti dugaan korupsi seperti yang disampaikan oleh teman-teman saya,” ungkap Semuel Haning.
Lebih lanjut ia menegaskan, selama berkarir di PT. Flobamor, dirinya tidak mencuri sepeser pun uang rakyat dari perusahaan daerah itu.
“Saya minta buktikan berapa uang yang saya terima. Kalau hanya omong saja, semua orang juga bisa bicara di media. Tapi yang saya butuh adalah bukti uang mengalir ke saya,” ungkapnya.
Komisaris Utama PT. Flobamor menyatakan, dengan polemik ini, maka masyarakat bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah. “Kita butuh bukti korupsi, sehingga kita bisa mengukur kinerja kita. Namun ternyata dugaan korupsi itu tidak pernah dibuktikan ke masyarakat. Sekarang masyarakat bisa menilai sendiri,” sambung Semuel Haning.







Tinggalkan Balasan