“Saya mengapresiasi program kerja OSIS, dimana mereka sudah menunjukkan rasa peduli terhadap kemanusiaan dan kehidupan dengan menyumbangkan darah. Hal ini juga merupakan suatu gerakan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui kerja sama dengan PMI. Warga sekolah seluruhnya berjumlah lebih dari 1000 orang, sehingga bagi siswa dan guru/pegawai yang sehat dapat mendonasikan darahnya,” ujar Romo Stef di sela kegiatan donor darah.
Lebih lanjut Romo Stef mengatakan bahwa masih terdapat banyak siswa yang takut untuk mendonorkan darahnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terkait manfaat donor darah bagi kesehatan.
“Saya berharap ke depan ada edukasi terkait pentingnya donor darah sehingga seluruh warga sekolah memahami dengan baik manfaat donor darah bagi kesehatan selain untuk misi kemanusiaan tadi,” imbuhnya. (*/kn)



Tinggalkan Balasan