Di sisi lain, kampanye di lingkungan pendidikan berpotensi terbentur dengan cita-cita dan tujuan dari pendidikan itu sendiri untuk menciptakan insan berakhlak, bermoral, dan budipekerti. Potensi itu muncul bukan tanpa alasan, seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa dominasi politik praktis hari ini cenderung muncul dengan wajah bopeng dan korengan. Hal demikian tentu berbenturan dengan apa yang menjadi substansi dari tujuan pendidikan.
Secara subtansi, Pendidikan harus menjadi ruang netral dan terbebas dari tendensi politik kepentingan dengan pihak manapun. Hal tersebut juga berkaitan dengan objektivitas nilai akademik terhadap beragam persoalan yang ada. Dengan dibolehkan kampanye di lembaga pendidikan, dikhawatirkan akan terpengaruh oleh retorika para politisi yang cendeurng emosional dan polarisasi.
Ditambah lagi afiliasi politik bawah meja yang sering diperankan oleh oknum ASN, termasuk tenaga pendidik, semakin memperkuat kekhawatiran perilaku-perilaku yang mempolitisasi ruang akademik. Tentu hal demikian tidak menciptakan nuansa politik yang sehat. Selain itu, ruang akademik yang harusnya netral dan bersih dari segala kepentingan politik dikotori dan di tarik ulur untuk mendukung kepentingan kelompok tertentu.
Hal demikian selaras dengan pelajar dan mahasiswa yang masih dalam tahap pengembangan intelektual yang belum matang, akan sangat mudah digiring untuk kepentingan kelompok tertentu. Puncaknya, potensi konflik horizontal bisa terjadi di lembaga pendidikan. Di sisi lain, sebetulnya ada sisi posisitf dari keputusan tersebut.
Para pelajar dan mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam momentum politik yang akan dilangsungkan. Secar langsung mereka dapat menilai mana yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas. Perlu digarisbawahi bahwa substansi perdebatan di ruang akademik adalah perdebatan pikiran dan gagasan, bukan perdebatan sentimen emosional. Pada konteks ini agaknya patut diapresiasi dan dicoba, tentu dengan aturan dan SOP yang terukur. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip ruang akademik.







Tinggalkan Balasan