Selama melaksanakan penelitian di wilayah Poco Leok, FH dna YGP tinggal di Kepala Desa Mocok Benediktus Nagur.
Kemudian pada tanggal 9 Agustus 2023, FH dan YGP ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Manggarai dan Kantor Bupati Manggarai untuk menolak proyek Geothermal.
Warga Poco Leok yang mengetahui adanya pergerakan orang asing untuk menghasut masyarakat itu mendesak Polres Manggarai agar segera menangkap mereka.
“Kami meminta pihak Polres Manggarai agar segera menangkap pria asing tersebut. Mereka itu provokator sebenarnya yang buat perpecahan di tengah masyarakat,” ujar warga yang namanya tak mau disebutkan namanya kepada Korantt.com.
Mirisnya lagi jelas sumber ini, selama ini orang asing itu bersama teman-temannya masuk ke semua gendang yang mendukung pembangunan PLTP Ulumbu di Poco Leok, untuk berubah sikap menolak PSN Poco Leok.
“Mereka sangat berbahaya. Selama ini kerjanya keluar masuk gendang yang mendukung agar berubah sikap jadi menolak,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan