“Jadi semua Puskesmas nanti ada USG untuk melihat bayi dalam perut ibu, dan antropometri untuk mengukur bayi yang standarnya sama secara nasional. Tahun ini akan dibagikan ke semua posyandu,” ungkapnya.

Melki Laka Lena menambahkan, penanganan stunting di NTT sudah berjalan baik. Bahkan di sejumlah Kabupaten seperti TTS, Kabupaten Kupang, dan Alor, angka stunting sudah menurun.

“Kalau semua kerja keras semacam ini, target Presiden, Gubernur dsn kita semua, NTT bisa di bawah 10 persen di akhir masa jabatan Pak Jokowi,” tegasnya.

Laka Lena juga mendorong media untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang cara mengatasi stunting. Ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk mencegah stunting sejak sebelum menikah hingga melahirkan. (*)