Kemitraan positif dengan BPKP tidak saja berdampak pada ekspansi bisnis Bank NTT dalam bidang pengelolaan dana. Tetapi Bank NTT mendapat banyak pelajaran penting lewat program BPKP, yang mengintervensi sejumlah kegiatan di luar perbankan.
“Kita mendapat banyak hal untuk kita harus berpindah dari zona-zona yang nyaman, ke dalam zona yang cerdas dan taat aturan,” ujar Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho.
Ia mengatakan, memasuki usia yang ke-61, Bank NTT terus berkomitmen melakukan transformasi digitalisasi sistem pembayaran. Hal ini merupakan upaya yang ditempuh oleh pengurus, agar Bank NTT bisa menjaga konsistensi, dan beradaptasi dengan dinamika digitalisasi dunia perbankan.
“Kami sedang mendesain agar Blue Print IT bisa memiliki spirit dan roh yang bisa mengawal kemajuan Bank NTT, dengan mengantisipasi kemajuan teknologi-teknologi yang makin banyak berbeda dan berkembang pesat. Tidak saja dari sisi service atau product, tetapi dari sisi manajemen risiko, sekuritisasi menjadi bagian dari desain Blue Print IT,” tegas Alex Riwu Kaho.



Tinggalkan Balasan