Ke depan, Saragih berkomitmen akan berjuang, agar situasi perekrutan tenaga kerja dari NTT dapat didukung penuh oleh pemerintah.

“Kita ingin pekerjaan kita berjalan dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga kita cari makan juga jangan dipersulit. Intinya di situ,” ucapnya.

Dia meminta agar pemerintah menindak tegas perusahan-perusahan ilegal, yang melakukan perekrutan tenaga kerja tidak sesuai prosedur.

“Kami ini ibarat siang dan malam. Kalau mereka naik, kami turun. Kalau mereka turun, pasti kami naik. Karena kami berada di jalur yang sama,” tandas Saragih.

Dengan demikian, ia berharap agar pemerintah melalui instansi terkait bisa memberikan pelayanan yang prima kepada perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia.

“Pelayanan yang efisien, efektif, murah dan cepat. Jangan bertele-tele. Karena salah satu akar masalah orang berangkat ilegal adalah pelayanan birokrasi yang berbelit-belit,” tandasnya. (*)