Dukungan pun menjalar ke sejumlah warga dan tokoh adat sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu, seperti yang dilontarkan oleh Narsisius, anak dari “Tua Gendang” Kampung Rebak, Desa Mocok, Satar Mese.
Menurutnya, pengembangan PLTP Ulumbu tidak hanya menambah ketersedian listrik di wilayah Poco Leok, tapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda setempat.
“Pasti lebih maju ketimbang seperti sekarang secara ekonomi masyarakat,” Kata Narsisius.
Sementara itu, tokoh masyarakat Gendang Rebak, Leksianus Antus, bahkan dengan tegas mengungkapkan tidak ada larangan untuk proses pemboran yang nantinya akan dilakukan PLN. Leksianus mengatakan penolakan justru muncul dari warga yang tidak memiliki lahan di wilayah pengeboran PLTP Ulumbu.
Di Kampung Mesir, tua adat setempat, Vinsensius Godat, mengungkapkan antusiasmenya terkait pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok. Sebab menurutnya masih cukup banyak wilayah di Poco Leok yang butuh sentuhan listrik PLN.
Warga lain, Elfridus Hambur, tokoh muda asal Gendang Leda, Desa Lungar, mengungkapkan, pembangunan PLTP Ulumbu niscaya berdampak positif bagi daerahnya. Selama ini, kata dia, persoalan yang muncul hanya karena adanya perbedaan pemahaman dari masyarakat.





Tinggalkan Balasan