Ia menjelaskan, program vokasi dan training industri melibatkan Bank NTT, karena program ini akan menggunakan strategi ekosistem.
Ekosistem ini akan membantu anak-anak NTT yang ingin ke Jerman, tapi tidak punya biaya, maka akan dibiayai dari Kredit Bank NTT tanpa agunan atau jaminan.
“Saya mendorong ekosistem seperti ini, sebenarnya sudah kita mulai di pertanian. Ekosistem di pertanian itu, lahannya diolah, benihnya disiapkan, pupuk disiapkan, asuransi disiapkan, pemkab siapkan pendamping atau penyuluh pertaniannya, sehingga semua kerja dalam sebuah kolaborasi. Sehingga tidak akan pernah gagal,” tegas Gubernur VBL.
Menurut mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini menyampaikan, teori kolaborasi telah diajarkan dalam agama oleh Yesus Kristus.
Dalam ajarannya, Yesus berkata akulah pokok anggurnya, kamu rantingnya, bapaKulah pengusahanya. Tiga komponen yang disebutkan Yesus ini harus bekerja bersama, sehingga ia menjamin kerja kolaborasi bisa membuahkan hasil yang terbaik.
VBL menyebut program vokasi adalah sebuah kerja kolaborasi antara pemerintah Provinsi NTT, Global Katalyst, Prime Education, orang tua, asuransi, dan Bank NTT, sehingga tidak akan ada kerugian, karena semua bekerja dalam sebuah ekosistem.



Tinggalkan Balasan