Bahkan dalam waktu yang begitu singkat, terdapat 2 orang dari Kajong dikirim ke Jepang untuk mengikuti pelatihan leadership pertanian dan lainnya.

Kerja sama dengan Bank NTT, kata Romo Bernard, sangat bermanfaat dan membantu gerakan perubahan di wilayah itu.

Karena itu, Romi Bernard berharap Bank NTT perlu terus terlibat dalam urusan packaging, dan mencari offtaker agar ada kepastian pasar dan kepastian harga.

“Untuk sementara, upaya mereka menjual hasil kreasi dan inovasi para kelompok UMKM Hekang Dite dijual melalui pasar tradisional dan melalui media sosial, baik itu melalui akun Facebook dan WhatsApp, maupun Instagram,” kata Romo Bernard.

“Tetapi masifikasi hasil belum tersedia, karena kendala ijin kecap manis masih dalam proses. Diharapkan hasil uji laboratorium dan ijin halal dapat segera diproses dan diterima,” tambahnya lagi.

Terpisah, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu mengatakan kolaborasi antar Bank NTT dengan Kelompok UMKM Hekang Dite masih tergolong baru.

Namun, Bank NTT terus bersinergi agar produk-produk ini bisa bersaing di pasar nasional.