Bisnis  

Bisnis Kecap Manis UMKM Hekang Dite Berkembang Pesat Berkat Kredit Merdeka Bank NTT

UMKM Hekang Dite berhasil memproduksi kecap yang diracik dari bahan gula aren yang merupakan potensi lokal di daerah itu.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho memantau produksi Kecap Manis di UMKM Hekang Dite. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) “Hekang Dite” di Desa Kajong, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai, mampu menghasilkan Kecap Manis dengan pemanfaatan bahan lokal.

Kelompok UMKM tersebut merupakan binaan Bank NTT Cabang Ruteng. Hal ini membuktikan bahwa produk-produk lokal milik masyarakat NTT mampu bersaing di pasar modern.

Dibantu Pastor Paroki Kajong Romo Bernard, UMKM Hekang Dite berhasil memproduksi kecap yang diracik dari bahan gula aren yang merupakan potensi lokal di daerah itu.

Cita rasanya tak kalah dengan kecap yang diproduksi luas di pasar modern. Bahkan jaminan kesehatannya sangat tinggi karena tidak diracik dengan bahan kimia lain yang mungkin merusak kesehatan manusia.

Namun di balik kesuksesan kelompok UMKM tersebut, Bank NTT hadir memberikan bantuan permodalan berupa Kredit Merdeka terutama kepada para ibu dan jenis usaha mikro kecil menengah.

Kolaborasi antar Kelompok UMKM Hekang Dite dan Bank NTT berjalan sejak Agustus 2022, silam.

Sejak mendapat intervensi Bank NTT melalui program Kredit Mikro Merdeka, Kelompok UMKM di Desa Kajong kini bergerak cepat.

Bahkan dalam waktu yang begitu singkat, terdapat 2 orang dari Kajong dikirim ke Jepang untuk mengikuti pelatihan leadership pertanian dan lainnya.

BACA JUGA:  Rekreasi di Jembatan Talmanu, Pemuda TTS Tewas Terseret Arus Sungai

Kerja sama dengan Bank NTT, kata Romo Bernard, sangat bermanfaat dan membantu gerakan perubahan di wilayah itu.

Karena itu, Romi Bernard berharap Bank NTT perlu terus terlibat dalam urusan packaging, dan mencari offtaker agar ada kepastian pasar dan kepastian harga.

“Untuk sementara, upaya mereka menjual hasil kreasi dan inovasi para kelompok UMKM Hekang Dite dijual melalui pasar tradisional dan melalui media sosial, baik itu melalui akun Facebook dan WhatsApp, maupun Instagram,” kata Romo Bernard.

“Tetapi masifikasi hasil belum tersedia, karena kendala ijin kecap manis masih dalam proses. Diharapkan hasil uji laboratorium dan ijin halal dapat segera diproses dan diterima,” tambahnya lagi.

Terpisah, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu mengatakan kolaborasi antar Bank NTT dengan Kelompok UMKM Hekang Dite masih tergolong baru.

Namun, Bank NTT terus bersinergi agar produk-produk ini bisa bersaing di pasar nasional.

“Mungkin ini tergolong baru, menciptakan produk kecap berbahan gula aren. namun pendampingan yang dilakukan Bank NTT, perekonomian dari kelompok UMKM ini bisa meningkat,” ungkapnya. (*)