“Adik-adik OMK jika sudah diberikan fasilitas kredit ini, maka saya tegaskan harus, harus, harus. Jadi tiga kali saya tegaskan harus ya…, untuk membayar karena dengan ketaatan adik-adik OMK ini, disamping Bank NTT bisa memutar lagi bagi kelompok lain, ini juga nilai raport bagi adik-adik. Jika nilai raportnya biru akan naik kelas sehingga akan terus ditambah. Karena itu harus rajin mengangsur sesuai ketentuan dan rawat tanamannya supaya jangan rusak, dan lancar pembayaran kreditnya,” ujar Japarmen.

Dia pun memberi apresiasi kepada Bupati Belu yang jauh-jauh datang ke Kefamenanu untuk berbagi pengalaman. “Pak bupati Belu jauh-jauh mau datang berbagi ilmu. Ini langkah yang sangat baik dan mudah-mudahan bisa ditularkan di seluruh NTT tentang bagaimana membangun kolaborasi lintas kabupaten. Itulah harapan kami dari OJK, dan tentunya kita tetap melakukan pemantauan terkait perkemabngan di lapangan. Kami memantaunya lewat Bank NTT, bagaimana kredit Merdeka-nya. Jika ada yang gagal, kami akan memberikan review kembali. Jika sudah ada review, maka akan berdampak pada yang lain. Sebagai regulator itu yang bisa kami lakukan. Teman-teman Bank NTT di tingkat operasional agar tolong ini diperhatikan,” tegas Japarmen. (Humas Bank NTT)