“Terimakasih Pak Dirut Bank NTT dan jajaran yang sudah membantu dengan Kredit Merdeka. Memang selama ini kami selalu terbentur pada dana, namun Bank NTT sudah sangat membantu petani-petani kami,” tegas mantan Dirjen Bimas Katholik Kementerian Agama RI ini sembari berharap, jika kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan Bank NTT dilakukan di seluruh wilayahnya maka dipastikan cita-cita pemerintah agar masyarakatnya hidup lebih layak bisa tercapai.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Japarmen Manalu, dalam sambutannya saat itu memberikan apresiasi kepada Bank NTT. “Kami perlu mengapresiasi teman-teman Bank NTT karena mereka konsisten berikan Kredit Merdeka,” tegasnya. Masih menurut dia, kredit Merdeka ini adalah bagian dari program OJK yakni KPMR. Atau Kredit Pemberantasan Melawan Rentenir.

“Ini tolong tetap dikembangkan sambil terus menghitung portofolio, sampai maksimal berapa KPMR tanpa bunga itu ya. Karena nggak mungkin juga Bank NTT memberikan terlalu banyak, tabungan, deposito dan giro bapak ibu harus dibayar. Nah kedepan tentunya Bank NTT akan lebih banyak lagi berbuat apabila dibantu, semakin meningkatkan tabungan, deposito dan giro di Bank NTT supaya bunganya mungkin lebih rendah sehingga bisa dijual di masyarakat,” harap mantan aktivis mahasiswa ini. Kepada OMK yang sudah menerima Kredit Merdeka, dia berkali-kali meminta mereka agar harus taat dalam pengembaliannya sehingga dana ini bisa dikelola lagi oleh kelompok lain.

“Adik-adik OMK jika sudah diberikan fasilitas kredit ini, maka saya tegaskan harus, harus, harus. Jadi tiga kali saya tegaskan harus ya…, untuk membayar karena dengan ketaatan adik-adik OMK ini, disamping Bank NTT bisa memutar lagi bagi kelompok lain, ini juga nilai raport bagi adik-adik. Jika nilai raportnya biru akan naik kelas sehingga akan terus ditambah. Karena itu harus rajin mengangsur sesuai ketentuan dan rawat tanamannya supaya jangan rusak, dan lancar pembayaran kreditnya,” ujar Japarmen.

Dia pun memberi apresiasi kepada Bupati Belu yang jauh-jauh datang ke Kefamenanu untuk berbagi pengalaman. “Pak bupati Belu jauh-jauh mau datang berbagi ilmu. Ini langkah yang sangat baik dan mudah-mudahan bisa ditularkan di seluruh NTT tentang bagaimana membangun kolaborasi lintas kabupaten. Itulah harapan kami dari OJK, dan tentunya kita tetap melakukan pemantauan terkait perkemabngan di lapangan. Kami memantaunya lewat Bank NTT, bagaimana kredit Merdeka-nya. Jika ada yang gagal, kami akan memberikan review kembali. Jika sudah ada review, maka akan berdampak pada yang lain. Sebagai regulator itu yang bisa kami lakukan. Teman-teman Bank NTT di tingkat operasional agar tolong ini diperhatikan,” tegas Japarmen. (Humas Bank NTT)