Ia meminta Orang Muda Katolik Paroki St. Antonius Padua terus bekerja keras. “Kita adalah pengusaha di bidang pertanian dan peternakan. Dengan ilmu dan teknologi, serta didukung oleh PT Sygenta yang menjaga tanaman agar tidak terserang hama penyakit, maka pola kolaborasi antara pemerintah, gereja dan perbankan kita jadikan percontohan di seluruh Keuskupan Belu,” ungkapnya.

Bupati Belu berharap harus ada pasar atau orang yang akan membeli Tomat dari OMK. Sehingga ada kolaborasi antara wiman, pemerintah, dan pembeli sehingga hasilnya bisa langsung dibeli. Selain itu, ia juga berharap, setelah menghadiri tanam perdana, dirinya juga diundang untuk melaksanakan panen Tomat dalam 3 sampai 4 bulan mendatang.

“OMK akan tanam 40.000 pohon. Artinya 80.000 dikalikan Rp11.000/Kg, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp800 Juta, karena 1 pohon akan menghasilkan 2 Kg Tomat. Dengan modal dari Bank NTT Rp40 Juta, maka keuntungannya sekitar 20 kali lipat,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum tanam perdana Tomat di atas lahan seluas 2 hektar yang dikelola OMK St. Antonius Padua, acara diawali dengan doa dan pemberkatan bibit oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr.