Bisnis  

Hasil Panen Tomat Kolaborasi Bank NTT dan Pemkab Belu: Wiman Untung Rp40 Miliar

Bupati Taolin dengan tegas menyatakan bahwa Kredit Mikro Merdeka Bank NTT sangat membantu petani atau wirausahawan mandiri (wiman).

Bupati Belu dr. Taolin Agustinus saat menyampaikan testimoni tentang pengembangan tanaman holtikultura Tomat di Belu. (Foto: Ama Beding)

Kefamenanu, KN – Bupati Belu dr. Taolin Agustinus menyampaikan testimoni terkait pengembangan tanaman holtikultura di Kabupaten Belu, dengan pola kemitraan bersama Bank NTT dan PT. Sygenta.

Bupati Taolin dengan tegas menyatakan bahwa Kredit Mikro Merdeka Bank NTT sangat membantu petani atau wirausahawan mandiri (wiman) khususnya wiman tanaman holtikultura Tomat di Kabupaten Belu.

“Mereka (wiman) terlilit (hutang) oleh rentenir. Jadi kami berpikir bagaimana bantuan modal usaha untuk masyarakat di sana. Dan puji Tuhan, Tuhan kirim orang-orang terbaik. Pak Dirut luar biasa dan Kepala Cabang Bank NTT (Atambua). Solusi modal usaha untuk membantu masyarakat adalah Kredit Merdeka Bank NTT, termasuk programnya Pak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat,” tegas Bupati Taolin saat menghadiri kegiatan tanam perdana Tomat, di lahan percontohan yang dikelola oleh OMK Paroki St. Antoinus Padu, Sabtu 6 Mei 2023.

Ia menjelaskan, Bank NTT adalah bank milik bersama, dan Bank NTT selalu membagi deviden kepada pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk tahun ini, Kabupaten Belu mendapat deviden dari Bank NTT senilai Rp6 Miliar lebih.

“Bank NTT bekerja sangat luar biasa. Karena itu, hari ini orang berbicara soal keuntungan Bank NTT, tapi Bank NTT sudah membantu lebih dari uang yang kita simpan,” ucapnya.

Dikatakan Bupati Belu, saat ini hanya Bank NTT saja yang memiliki skim Kredit Mikro Merdeka yang bisa diakses oleh masyarakat, dengan bunga kredit 0%, dan tanpa jaminan. 

“Hari ini Kredit bunga 0%. Tanya di seluruh bank, di mana yang ada kredit 0%. Bahkan Kredit Mikro Merdeka tidak ada jaminan. Jaminannya hanya kepercayaan dari Bank NTT kepada masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Belu menyampaikan, di Kabupaten Belu, pemerintah dan masyarakat sudah membuktikan bahwa Kredit Merdeka sangat membantu wiman untuk mengolah lahan, membeli pupuk, dan digunakan sebagai modal kerja.

“Dari modal Rp4 Miliar yang diberikan oleh Bank NTT untuk seluruh kebun di Kabupaten Belu, untuk pertanian Holtikultura, menghasilkan sekitar Rp40 Miliar dalam periode 1 tahun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bank NTT Gelar Bimtek Penggunaan KKPD untuk Pimpinan OPD di Pemkab Manggarai

Bupati Taolin mengakui, dirinya sudah bertemu Wakil Menteri Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri, agar pihaknya bisa melakukan ekspor Tomat ke Timor Leste dengan harga dan keuntungan berlipat.

Ia meminta Orang Muda Katolik Paroki St. Antonius Padua terus bekerja keras. “Kita adalah pengusaha di bidang pertanian dan peternakan. Dengan ilmu dan teknologi, serta didukung oleh PT Sygenta yang menjaga tanaman agar tidak terserang hama penyakit, maka pola kolaborasi antara pemerintah, gereja dan perbankan kita jadikan percontohan di seluruh Keuskupan Belu,” ungkapnya.

Bupati Belu berharap harus ada pasar atau orang yang akan membeli Tomat dari OMK. Sehingga ada kolaborasi antara wiman, pemerintah, dan pembeli sehingga hasilnya bisa langsung dibeli. Selain itu, ia juga berharap, setelah menghadiri tanam perdana, dirinya juga diundang untuk melaksanakan panen Tomat dalam 3 sampai 4 bulan mendatang.

“OMK akan tanam 40.000 pohon. Artinya 80.000 dikalikan Rp11.000/Kg, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp800 Juta, karena 1 pohon akan menghasilkan 2 Kg Tomat. Dengan modal dari Bank NTT Rp40 Juta, maka keuntungannya sekitar 20 kali lipat,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum tanam perdana Tomat di atas lahan seluas 2 hektar yang dikelola OMK St. Antonius Padua, acara diawali dengan doa dan pemberkatan bibit oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Hadir saat itu, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala OJK Provinsi NTT Japarmen Manalu, Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT Pratyaksa Chandraditya, Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Eusabius Binsasi, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joas Bili Umbu Danga, Kepala Divisi Rencorsec Bank NTT Endri Wardono, Kepala Divisi ITE Bisnis Salmon Randa Terru, Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu dan Atambua, para Kasubdiv Bank NTT, serta masyarakat dan OMK Paroki St. Antonius Padua, Kefamenanu. (*)